Pages

Senin, 20 Oktober 2014

Refresing ke Taman Kota (18 Oktober 2014)

Aku di Taman Kota Madiun
DOLAN, satu kata yang bagiku dulu itu adalah hal yang jarang banget aku lakukan, dan sangat aku abaikan. Bukan karena tidak suka, tapi menurutku itu pekerjaan yang membuang waktu saja.

Tapi sekarang, aku sangat membutuhkannya, dan aku sangat menginginkannya. Aku membutuhkan refreshing, aku ingin melepas rasa penat yang sering menghinggapi jiwaku ini. Jiwa ragaku telah letih. Hari-hariku yang penuh aktivitas membuatku letih, tapi aku menikmatinya. Dengan kesibukan aku bisa perlahan melupakan dia. Dia yang selalu menghantuiku, aku bisa menghapus namanya dari ingatanku, tapi aku tak bisa menghapus lukisan wajahnya di hatiku. Stop... Stopp... tak boleh dilanjutkan. Membuat aku jadi teringat dia lagi deh.

Minggu, 19 Oktober 2014

Dear my Diary (19102014)

Mulai detik ini, mulai hari ini, tak ada lagi cinta dalam hatiku. Aku buang jauh-jauh rasa yang menyakitkan dan membelenggu selama ini. Rasa cintaku kepadamu sudah aku shift+del, tak akan lagi aku mengulang kesalahan yang sama. Masa lalu biarlah menjadi sebuah pelajaran untuk hidupku yang akan mendatang.

Dulu:
Aku akui, aku memang sangat amat mencintaimu, aku tak pernah merasakan seperti ini sebelumnya. Aku benar-benar gila saat bersamamu, dunia terasa indah, sangatttttt indah. Berhari-hari aku habiskan waktu bersamamu, masih saja terasa kurang. Satu detik saja tanpa ada pesan darimu, duniaku terasa gelap. Kau ibarat cahaya dalam hidupku, kau separuh nyawaku.

--------

 Saat aku menulis ini, rasanya aku ingin menangis, berkecamuk perasaan di dalam hatiku. Aku sudah tahan lagi dengan keadaan sekarang. Aku tak sanggup lagi melanjutkan cerita ini. Semakin aku menulis diary tentang dirimu, luka ini semakin menyakitkan.

Aku tak sanggup.............

Sabtu, 18 Oktober 2014

Dear my Diary (18102014)


Tepat satu bulan yang lalu semuanya berakhir, sebuah perpisahan termanis dalam hidupku. Kau pandai mengolah kata hingga aku bisa terima semuanya dan saat itu aku memang bisa baik-baik saja, tapi tidak setelahnya. Apakah kau tahu?? Setelah hari itu, sangat sulit bagiku menjalani semuanya. Masih ada benih-benih cinta itu di hatiku, setiap hari aku masih menunggumu, masih mengharapkanmu. Hari-hari aku lalui begitu berat tanpa ada kamu lagi di sisiku. 

Air mata selalu jatuh saat aku mengingatmu, mata sembab dipagi hari sudah hal yang biasa bagiku. Selera makan pun aku tak punya, badanku semakin kurus karena memikirkanmu. Aku berusaha menghubungimu, tetapi kau tak lagi mengharapkanku. Kata-katamu malah semakin melukai hatiku.

Tahukah kau yang telah melukai hati dan perasaanku? Sangat amat sulit bagiku mengurangi rasa cintaku untukmu, apalagi melupakanmu dan melupakan segala kenangan bersamamu. SANGAT AMAT SULIT, tapi kau tak pernah mempedulikannya.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text